Internal SPPD/ESS SiteMap
PLN Wiki | Web Versi Lama

LAYANAN DAYAMAX PLUS

PENGHEMATAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK PADA WAKTU BEBAN PUNCAK (PEAK LOAD) PADA PELANGGAN BISNIS (B2), INDUSTRI (I2,I3 & I4) DAN KANTOR PEMERINTAH BESAR (P2)

Sehubungan dengan program penghematan energi yang bedasarkan intruksi presiden No.10 tahun 2005 khususnya untuk pemakaian tenaga listrik dan adanya keterbatasan daya mampu pembangkit maupun jaringan sistem ketenagalistrikan pada saat beban puncak, sementara faktor beban sistem ketenagalistrikan masih relatif rendah, maka perlu diterbitkan aturan pelaksanaan yang membatasi pemakaian tenaga listrik pada waktu beban puncak bagi pelanggan Bisnis (B2), Industri (I2,I3 & I4) dan pelanggan kamtor pemerintah besar (P2) sebagai berikut :

1. NAMA PRODUK : LAYANAN "DAYAMAXPLUs"
2. TUJUAN :
2.1. Layanan DAYAMAX PLUS ditujukan untuk mengurangi/membatasi pemakaian tenaga listrik pada waktu beban puncak dengan memberlakukan/menentapkan dis Insentive bagi palanggan (B2,I2,I3,I4) dan P2 yang menggunakan tenaga listrik waktu beban puncak (WBP) melebihi pemakaian kWh maximal yang dipersyaratkan.
2.2. Layanan Datamax plus ditujukan juga untuk pelanggan B2,I2,I3,I4 dan P2 ang pemakaian pada WBP diturunkan dan dipindahkan ke LWBP mengacu SE DIR No. 0013.E/DIR/2005 tanggal 2 mei 2005.
2.3. Dengan "DAYAMAX PLUS" beban puncak system tenaga listrik dapat diturunkan/dikurangi.
2.4. Dengan pelayanan "DAYAMAX PLUS" maka diharapkan akan memperbaiki load factor yang berarti system akan lebih efisien.
2.5. Dengan pelayanan "DAYAMAX PLUS" akan memperoleh penghematan energi khususnya pemakaian tenaga listrik.
3. LAYANAN YANG DIPEROLEH PELANGGAN :
3.1. Setelah berlakunya Surat Edaran ini maka semua pemakai tenaga listrik pada waktu beban puncak (kWh WBP) untuk pelanggan B2,I2,I3,I4 dan P2 DIBATASI dengan menerapkan/menetapkan "kWh WBP Maximum" dan "kVA WBP Maximum". Besarnya kWh WBP maximum adalah : 50% dari realisasi pemakaian kWh WBP pelanggan ybs.
3.2. Insentive dapat diberikan kepada pelanggan B2,I2,I3,I4 dan P2 bila pelanggan tsb dapat mengurangi pemakaian tenaga listrik Waktu Beban Puncak (kWh WBP) smpai dengan 50% atau lebih dari pemakaian kWh WBP dan juga dapat mengurangi pemakaian daya (kVA) WBP sesuai dengan yang dipersyaratkan pelanggan ybs dan besarnya kVA WBP Maximum 50% dari daya kontrak pelanggan yang bersangkutan, kecuali bagi pelanggan tsb memang pemakaian kWh WBP nya dibawa normal (karena bangkrut,tutup tidak produksi, pelanggan baru tersambung yang belum penuh/normal memakai kWh WBP nya dsb namun hal ini perlu mendapat pengawasan dan penentuan yang benar terhadap kondisi pelanggan yang bersangkutan)
3.3. Besarnya insantive pada butir 3.2 di atas adalah sampai dengan 50% dari biaya beban dari pelanggan ybs tsb di atas.
3.4. DIS INSENTIVE dikenakan kepada pelanggan B2,I2,I3,I4 dan P2 bila menggunakan tenaga listrik Waktu Beban Puncak (kWh WBP) melebihi dari pemakaian kWh WBP Maximum dan melebihi data WBP maximum yang dipersyaratkan/ditetapkan kepada masing-masing pelanggan tersebut. Besarnya kWh WBP maximum dan kVA WBP maximum adalah sebagaimana disebutkan dalam butir 3.1 dan 3.2 diatas.
3.5. Besarnya DIS INSENTIVE adalah tarif untuk kWh WBP yang melebihi dari kWh yang berlaku bagi golongan tarif yang bersangkutan dan besarnya disinsentive bila melebihi daya kWh WBP maximum yang dipersayaratkan adalah sebesar untuk system Jawa Bali 50% transfer Price kapasitas sedang untuk luar Jawa Bali 2X Biaya Beban Pelanggan yang bersangkutan. Khususnya untuk golongan Industri Tegangan tinggi (I4) besarnya disinsentive tarif kWh WBP yang melebihi dari kWh WBP maximum adalah 2 (dua) kali tarif I4 yang berlaku.
3.6. Dengan adanya DIS INSENTIVE dan pengertian pembatasan tenaga listrik Waktu Beban Puncak bukan berarti pelanggan bs dilarang/tidak boleh memakai tenaga listriknya pada waktu beban puncak, tetapi pengertiannya adalah bila pemakaian Tenaga Listrik WBP (kWh WBP) pelanggan ybs melebihi dari kWh WBP maximum dan melebihi dari kVA WBP maximum sebagaimana ditetapkan dalam butir 3.1 dan 3.2 diatas maka kepada pelanggan ybs diberikan DIS INSENTIVE sebagaimana ditetapkan dalam butir 3.5 diatas.
3.7. Kecuali dalam keadaan system ketenaga listrikan (kurang kapasitas mesin pembangkit dan atau terjadi gangguan sistem) maka pelanggan ybs tidak diperbolehkan menggunakan pemakian tenaga listrik pada WBP pada Waktu Beban Puncak dapat langsung dipadamkan (SE No. 032.E/012/DIR/2002 tanggal 31 Desember 2002 tentang petunjuk pelaksanaan tariff multiguna beban dapat diatur)
4. PERSYARATAN MEMPEROLEH LAYANAN :
4.1. Pemakaian kWh pelanggan sudah diukur dengan meter elektronik enam bulan sebelum layanan DAYAMAX PLUS diberikan.
4.2. Pengukuran dengan meter elektronik dan jangka waktu penggunaan meter elektronik sebagaimana dimaksud pada butir 4.1 diatas adalah untuk menyakini bahwa dengan layanan DAYAMAX PLUS ada penurunan daya pemakaian pada WBP.
4.3. Bagi pelanggan yang selama ini pemakaian listriknya sudah dikurangi pada WBP karena keterbatasan daya di atas daya kontrak yang diperbolehkan digunakan pada LWBP ditetapkan oleh General Manager PLN Wilayah/Distribusi dan besarnya daya pemakaian pada LWBP maksimal menjadi dua kali lipat daya kontrak.
4.4. Bagi pelanggan B2, I2,I3, dan I4 yang mengalihkan pemakaian kWh WBP ke LWBP sampai melebihi daya kontrak dapat disetujui dengan memperhatikan bahwa kemampuan system ketenagalistrikan layanan tersebut.
4.5. Untuk memberikan layanan sebagaimnana dimaksud butir 4.4 di atas harus melalui persetujuan tertulis dari General Manager PLN Wilayah/Distribusi yang akan dituangkan dalam adondum surat perjanjian jual beli tenaga listrik dan untuk jangka waktu satu tahun serta dapat diperpanjang setelah ada persetujuan dari General Manager PLN Wilayah/Distribusi.
5. BIAYA :
Pada dasarnya pelanggan tidak dikenakan biaya apapun untuk memperoleh layanan "DAYAMAX PLUS", kecuali bila untuk pengalihan pemakaian pada waktu beban puncak (WBP) ke LWBP mengakibatkan penggunaan daya diatas daya kontrak yang memerlukan perubahan kemampuan penghantar, alat pembatas dan alat kelengkapan lainnya, maka seluruh biaya yang diperlukan untuk itu adalah menjadi beban pelanggan.
6. PELAKSANAAN :
6.1. Persetujuan layanan DAYAMAX PLUS sebagaimana dimaksud butir 4.5 diatas dari General Manager Wilayah/Distribusi diberikan setelah ada koordinasi dengan unit PLN pengelola pembangkitan dan atau unit PLN pengelola penyaluran terkait.
6.2. Batas daya dan alat pembatas data tang dipasang mengacu pada ketentuan edaran direksi yang berlaku. Demikian pula ketentuan untuk system proteksinya.
6.3. Pada dasarnya pengukuran pemakian energi (kWh) dan kelebihan pemakaian kWArh pada sambungan layanan DAYAMAX PLUS menggunakan meter elektronik sebagaimana dimaksud pada butir 4.1, namun demikian bila pada pelanggan B2,I2,I3,I4 dan P2 belum terpasang kWh meter elektronik maka menggunakan meter kWh dan meter kVarh bukan elektronik (Meter mekanik) maka dis insentive daya yang melebihi daya kVA WBP maximum DITIADAKAN.
6.4. Untuk melaksanakan DAYAMAX PLUS harus dibuat addendum perjanjian jual beli tenaga listrik.
6.5. Untuk melaksanakan DAYAMAX PLUS supaya berhasil dengan baik harus dilakukan penjelasan sebaik-baiknya kepada pelanggan dan diupayakan daya yang lebih besar terlebih dahulu kemudia bertahap pelanggan yang mempunyai daya tersambung yang lebih kecil dst.






Info Tagihan Listrik
Masukkan IDPEL anda
12 Digit (misal : 511010112345)
   
PT PLN (Persero)
Distribusi Jawa Timur
Jl. Embong Trengguli
No. 19 - 21
Surabaya - Indonesia
LIHAT PETA · ALAMAT AREA
 
Copyright @2009 PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR. All Rights Reserved. Original Design by template world