Sumber : Kompas - Yogyakarta

Kebijakan penambahan biaya rekening listrik Rp 1.600 bagi pelanggan, baik yang membayar lewat bank maupun koperasi unit desa yang menerapkan payment point online bank, tetap akan dijalankan oleh Perusahaan Listrik Negara. Namun, kebijakan tersebut tentu selalu dievaluasi.

Ahli Madya Hukum dan Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Yogyakarta Reffy Sangi mengatakan, setiap daerah akan menyampaikan ke PLN pusat laporan terkait penerapan sistem payment point online bank (PPOB). PLN pusatlah yang membuat keputusan.

"Kami akan melihat dulu proses PPOB di lapangan selama setahun diterapkan, sampai November mendatang. Dari bank-bank mitra PLN dan KUD, sejauh ini mereka belum mengajukan keluhan ke kami. Artinya, PPOB cukup menguntungkan mereka," ujarnya, Senin (9/3).

Tujuan penerapan pembayaran listrik dengan cara PPOB adalah demi meningkatkan pelayanan dan memudahkan masyarakat. Ini berkorelasi pula dengan pengurangan potensi tunggakan rekening listrik. PPOB yang dijalankan November lalu cukup berhasil.

"Kami belum menghitung persis sampai berapa potensi pengurangan tunggakan listrik ketika PPOB mulai dijalankan. Sampai akhir Januari 2009 lalu, terdapat 36.000 lembar rekening terlambat dibayar. Saya yakin, jika tidak ada PPOB, jumlah rekening terlambat dibayarkan itu pasti lebih banyak ratusan buah," ucap Reffy.

Kesepakatan

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Nanang Ismuhartoyo tetap mendesak PLN menghentikan penerapan PPOB hingga ada kesepakatan antara PLN dan konsumen. Adanya penambahan biaya dalam rekening, menurut LKY, semestinya didahului kesepakatan.

Kebijakan PPOB yang diputuskan PLN pusat sudah diantisipasi LKY. Surat balasan LKY ke PLN APJ Yogyakarta, diutarakan Nanang, sudah ditembuskan ke sejumlah instansi di pusat (Jakarta), salah satunya adalah Direktorat Perlindungan Konsumen.

"Pengaduan masalah secara tertulis ke LKY terkait dengan PPOB sejauh ini memang belum ada, tetapi tidak apa-apa. Kami tetap jalan untuk memperjuangkan karena sudah banyak keluhan dari masyarakat walau tidak disampaikan tertulis," ujar Nanang.

Reffy menegaskan lagi bahwa tambahan biaya Rp 1.600 per rekening itu tidak masuk ke PLN. Biaya tersebut dibagi untuk memelihara jaringan dan membayar jasa penyelenggara sistem PPOB yang dilakukan KUD, bank, maupun perorangan. Bank-bank yang bermitra dengan PLN dalam PPOB, antara lain Bank Mandiri, Bank Bukopin, BRI, BNI, BPD, dan Bank NISP. (PRA)

214 komentar untuk "PLN Tetap Pungut Biaya Bank Rp 1.600, Ketua LKY Desak PPOB Dihentikan"

wibiyanto
Tambahan pungutan Rp 1.600,- per pelanggan atau per kwitansi menurut saya terlalu mahal,alangkah baiknya untuk dikaji lagi.idealnya cukup Rp 1000,-/kwitansi itu sudah menguntungkan pengelola.
Seperti halnya SOPP Telkom, pengelola SOPP sudah dapat fee dari Telkom tanpa menambahkan Rp 1600,- pada pelanggan,sebaiknya dikaji lagi,lagi,lagi.

Aris M Noor
Dengan adanya fasilitas On line dengan Bank, PLN akan diuntungkan dan juga masyarakat akan dimudahkan karena proses pembayaran menjadi lebih mudah dan ada dimana-mana. Dibanding dengan ongkos menuju PP Konvensional PLN untuk bayar Listrik lebih baik berkorban Rp.1600 namun lokasi Payment Point dekat dan bisa kapan saja. Saya rasa lama kelamaan masyarakat pun akan memahami hal tersebut, saat ini banyak keluhan karena kaget kog tiba-tiba dikenakan bi.adm Bank, nah kewajiban PLN seharusnya mensosialisasikan hal ini dengan baik sebelum PPOB di implementasikan.

PEMAHAMAN PAYMENT POINT ON LINE BANK HARUS DISOSIALISASIKAN SECARA KONTINYU KEPADA SELURUH MITRA PLN TERMASUK PELANGGAN SEHINGGA UNTUK URUSAN PEMBAYARAN DENGAN MEMPERCAYAKAN KEPADA AHLINYA (BANK & KANTOR POS)PLN SUDAH TEPAT DAN KONSENTRASI YG URGENT UNTUK SAAT INI ADALAH PENINGKATAN PELAYANAN TERUTAMA PASOKAN YG AMAN, MUTU KEANDALAN DAN ZERO GANGGUAN ( HARUS NAMPAK DAN NYATA ).
JADI SELURUH SDM PLN HARUS PEDULI SEHINGGA SESUAI KAPASITASNYA DAN KEMAMPUANNYA DAPAT MENGANTISIPASI SETIAP DAMPAK YG TIMBUL. SMOGA PERUSAHAAN YG KITA CINTAI INI DAPAT MENINGKATKAN PERFORMA PELAYANAN MASYARAKAT.

R Median Arsianto ST
Keuntungan dari sistem PPOB adalah pada 2 pihak (PLN dan pelanggan). Hanya saja beban operasional yg timbul ditanggung pelanggan sepenuhnya.
Seharusnya fasilitas ini hanyalah tambahan. Fasilitas lama yg tanpa ekstra bayar tetap berjalan sepenuhnya.
Kelemahannya, jam layanan jadi lebih pendek daripada sebelumnya, tidak ada lagi payment point pd sore-malam hari. Kebutuhan kuitansi pembayaran masih tinggi krn tingkat kepercayaan akan sistem ini belum teruji. Di sisi lain, pemutusan aliran listrik sgt vital bagi pelanggan terkait dg permasalahan gagal bayar dsj.


Indra Lukmana
Segala kebijaksanaan yang menyangkut masyarakat luas agar disosialisasikan terlebih dulu paling tidak ada tenggang waktu minimal 3 bulan untuk sosialisasi sehingga tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari, insya Alloh selama dalam batas kewajaran masyarakat bisa menerimanya.

namanya saja perubahan..ya pasti ada gejolak. wahai pelanggan PLN bersabarlah. bagaimanapun itu baik menurut pihak PLN. tapi menurut kita (pelanggan) komentare CEK KEBANGETEN. apa ya karena sampean (PLN) itu perusahaan PENGUASA TUNGGAL ini sehingga membuat kebijakan semaumu????kalo begini WAHAI NEGARA YANG TERHORMAT...BIKIN PERUSAHAAN LAGI GUNA PENGELOLAAN KELISTRIKAN. MINIMAL SEBAGAI SEBAGAI PEMBANDING SIAPA YANG TERBAIK...OKEY

Menurut saya, program seperti sangat menguntungkan semua pihak. Baik masyarakat maupun PT. PLN sendiri.
Tentang anggapan-anggapan bahwa program ini akan membawa masalah karena kenaikan Rp 1600, menurut saya tidak usah dipikirin.
Karena semua perubahan pasti ada problem, problem akan timbul solusi, solusi akan timbul perubahan, perubahan akan membawa damapk positif bagi semua pihak. (bisane aku ngomonge muter-muter yah)
Lanjut saja bos, masyarakat pasti maklum akan hadirnya kenaikan 1600 tadi. Jangan biarkan 1600 merusak 16000000000000000 (nolnya ditung sendiri)
Terima Kasih....

Dgn tambahan biaya Rp 1.600 PPOB kelihatanya semakin murah karena biaya PPJ tidak ada / tidak muncul. Gak tahu apa mungkin PPJ udah dijadikan satu dlm tagihan PLN. Untuk R Median Arsianto ST justu PPOB buka online 24 jam baik di ATM atau Kios PPOB perorangan.

Untuk lebih memperdalam pemahaman tentang mengapa tambahan biaya rekening listrik dianggap bermasalah coba baca majalah tempo edisi 15 maret

ABDULLAH BSA
Sistem PPOB ini jelas menguntungkan semua pihak, dan saya sebagai Konsumen PT PLN setuju atas hal ini. disamping itu saya rasa juga sangat membantu.
saya rasa yang tidak setuju yang bagaimana.
tanyakan apa dia merasa dirugikan atas hal ini
ato malah dia tidak dapat ..$.. atas sistem ini

trims

kebijakan PLN dengan membebankan biaya administrasi kepada pelanggan jelas merugikan pelanggan.bukan masalah bisa membayar kapan saja, dimana saja tetapi lebih mengarah kepada pemaksaan pelanggan untuk mbayari kesepakatan PLN dengan Bank. mungkin untuk orang perkotaan uang 1600 itu gak ada artinya tapi bagi orang di desa , 1600 itu nilai yang banyak. Listrik bukan lagi untuk kehidupan yag lebih baik , tapi listrik untuk kematian yang lebih "baik"

Bagi orang desa PPOB lebih baik jika harus bayar rekening di KUD atau kolektor yang kadang biaya tambahan ilegalnya bisa lebih dari 4.000 bravo PLN

Bagi anggota KUD, ya pasti dong lebih baik bayar rekening di KUD, ntar kalo akhir tahun pasti ikut dapat bagian shu, bravo KUD BAHAGIA

Saya salah satu pelanggan PLN di Malang.Secara pribadi saya menyesalkan adanya pungutan tambahan sebesar Rp1600/kwitansi.Belum lagi masih ada biaya parkir yang mungkin besarnya antara Rp 500-Rp.1000.Jadi bisa dibayangkan berapa uang ekstra yang harus dikeluarkan pelanggan hanya untuk bayar rekening listrik.Seharusnya karena ini mrpkn layanan tambahan maka besar pungutan tidak sampai segitu.Apalagi pelayanan yang diberikan juga tidak bagus-bagus amat.PLn kalu pelanggan yg telat 1-2 hari aja sudah sibuk mau mutus aliran listrik.Tapi jika ada keluhan lama sekali penanganannya.Mana katanya mau jao GOOD COORPORATE GOVERNANCE.....

Saya kira ada tambahan 1.600 itu tidak mahal, karena bagaimanapun untuk biaya operasional pelaksanaan,pemeliharaan jaringan dan server memang memerlukan dana yang tidak sedikit. Dan lagi program tsb sangat membantu saya, krn memudahkan membayar darimana saja. Thx PLN

DENGAN ADANYA PPOB SAYA (PELANGGAN) LEBIH DIUNTUNGKAN KARENA SAYA BISA BAYAR LEBIH DEKAT, BISA BUKA KESEMPATAN KERJA (JADI DOWN LINE BANK)TAPI SAYA USUL KALAU MEMANG PPOB HARUS 24 JAM SEPERT ATM (Anjungan Tunai Mandiri)bagaimana PLN ?

Saya setuju PPOB, tpi betul harus ada evaluasi terus menerus termasuk penyeragaman biaya.. krna di lapangan mash dijumpai adanya tmabahan admin bank yg lebih besar dr 1600 ( khususnya beberap PPOB down liner Bank )

saya terus terang tidak setuju dengan adanya PPOB karena sekali lagi pelanggan yang di korbankan

PPOB? mboh ya....
sing jelas, sekarang aq bayare luweh cedak. ora atik mbayar pakir/angkot. udah ada yang ngampiri di rumah.
Bayare malem its oks.
1600????? no problem dah..........

PPOB? ndak tahu lah...
cuman saja sekarang aq kalo bayar ndak perlu ke PLN ato KUD. Sudah ada orang yang datangi. So... lebih hemat..
Kalo dihitung2 operasionalnya lebih mahal kalo bayar ke PLN ato KUD.Mending tunggu dirumah sambil minum kopi....
Nyaman dah........

PPOB...enjoy aja
yang penting pelayanannya cepat bagus nyaman & tempatnya mudah dijangkau..soal 1600 g da masalah..itung2 bantu ngurangi pengangguran karena PPOB jg merupakan peluang usaha yg lumayan bagus..PLN PEACE !!!

kalo bagi gue dg adanya PPOB sangat menguntungkan kedua belah pihak, baik pln maupun pelanggan.bagi pelanggan bayar rek listrik bisa kapan saja dan dimana saja.sekarang lagi demam loket PPOB,asik gitu lo, pln untung , pelanggan untung, bukan buntung hehehehehe....

awalx q anti dg adanya PPOB,soalx adanya admin bank 1600, itu sngt memberatkan pelanggan, cb aja 1600 itu dikalikan pelanggan yang lunas, brp uang yang terkumpul.buanyak kan.tapi berhubung skrng q juga bisa bk loket PPOB, ternyata enak juga.bravo ppob caiyo

yg jadi masalah bukan uang 1.600itu tapi mestinya adapilihan

seharusnya ppob bisa menghilangkan kolektor/pengepul/makelar yang kebanyakan dari KUD yang takut bersaing secara sehat yang menambah biaya lagi diluar admin 1600 kadang sampai 5000. cara oprasi mereka sekarang rekening pelanggan langsung dilunasi oleh mereka shg orang sudah tidak bisa bayar kemana-mana. PLN yang tegas dong jangan hanya kejar setoran.(LOKET YANG MEMBERI PELAYAN YANG TERBAIKLAH YANG SEHARUSNYA DIPILIH PLN).

Pak / bu : T3pEz
tanya cara buka PPOB gimana ?

yach emang 1600 itu gak mhl amat sich...tapi itu gak bersih lo, kl ke kantor pos masih ada biaya parkir 500, he he jadinya kan 2100. ya gmn baiknya dech..kl itu membuat kedua belah pihak antara pelanggan ma PLN dirasa lebih baik, ya dilanjutin aja progamnya,

Jika boleh nambahin dikit, dengan adanya PPOB ini harapannya dari PLN sendiri bisa mensosialisasikan pada masyarakat, yg hingga saat ini masih menjadi pelanggan tersetia. karena melalui PPOB ini sudah kena adm 1600, belum lagi yg penagihannya dilakukan secara kolektif oleh petugas swasta (penduduk desa sendiri) jadi sudah kena 1600 masih ditambah lagi biaya tambahan oleh petugas lokal. sehingga jatuhnya dua ribu lebih....
memang ada bagusnya juga itu sebagai peluang pekerjaan, akan tetapi jika terjadi hal-hal yg tidak diinginkan, misal kasus uang palsu, kecelakaan saat narik rek, perampokan dll yg semuanya bisa terjadi pada setiap individu.sehingga resiko dan hasil sungguh tidak berimbang.
jika disosialisasikan lebih terarah lagi, dengan adanya PPOB masyarakat bisa sadar untuk membayar tepat waktu mengingat tempat atau loket lebih dekat.moga sukses selalu.

pada PLN, saya tanyakan juga bagaimana caranya agar saya bisa menjadi agen PPOB dengan proses cepat dan mudah. mengingat saat ini kita semua sudah digiring pada sistem online. tapi pada kenyataannya saat saya mendaftar untuk jadi agen, mesti nunggu yg dalam hal ini waktunya belum bisa ditentukan.trims.

saya sih saya lihat dari segi positifnya aja, 1.600 memang mahal krn belum terbiasa,tapi kalau sdh biasa pasti tak terasa. apalagi menambah lapangan kerja bagi yg ingin membuka ppob, itu khan sdh mengurangi pengangguran, ya nggakkk??? masyarakat mungkin terkejut, tapi kalau sdh bisa merasakah kebutuhan akan ppob,pasti 1.600 tak terasa. ya tho ? sori, maklum karena aku juga punya ppob...he..he..he..

Y.... itu namanya PUNGLI, G ada kesepakatan ama ke-2 belah pihak. dan hanya kong-kalikong j orang yg berkepentingan. yg dukung tarif PPOB paling y... Crew Bank + Para "MAFIA" Listrik. Jual-beli itu sah apabila kedua belah pihak tidak dirugikan dan saling ikhlas... y G...

emang 1600 tiap bulan itu besar banget tah? apa kalian ga bisa hidup dengan ngeluarin uang 1600 tiap bulan?
coba deh bayangin dengan uang 1600 kita ga perlu keluar ongkos, beli bensin, bayar parkir, n deket lagi
apa kata dunia kalo pengennya gratis melulu?

Shee Gheet Zeu
Saya sebagai lement masyarakat yang saat ini masuk di dalam sistem PPOB hanya memberikan sedikit buah pikir berkaitan dengan sistem Simbiosis Mutualisme ( Saling menguntungkan ) yang saat ini saya gunakan untuk merealisasikan sistem tersebut yang sampai nsaat ini saya anggap tepat diantaranya adalah:
1.Kita melibatkan element masyarakat yang berada di struktur pemerintahan yang sedang menata program pengembangan.sehingga sistem ini digunakan untuk penambahan kas Organisasi setempat.
2.Menjunjung tinggi Motto " Sistem Back to Sociaty "Dari masyarakat,oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
NB : Jika ingin mengetahui lebih banyak bisa mengghubungi kami.

Tanya mau buka PPOB Perorangan, caranya gimana ? Hub. Bank atau PLN
Pada Pak Malik, terimakasih atas pertanyaannya. Untuk pendaftaran PPOB, bapak dapat langsung menghubungi bank-bank yang menjadi mitra PLN atau kantor pos. terimakasih
Tgl. Jawab : Min, 19 Apr 09[14:40]

Amir Samsudin
Emang banyak orang yang dirugikan dengan adanya PPOB tapi coba lihat berapa banyak orang yang diuntungkan akan hal tesebut, jangan hanya melihat yang gak setuju aja, coba yang namanya YLKI itu mengkaji jangan hanya membuat statement yang membuat orang jadi marah dan cemburu, tolong pikir kedepan keuntungannya......................!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tunggakan PLN katanya hampir....tapi pelanggan terlambat harus bayar ke kantor PLN yang jaraknya lumayan jauh,,bayar ke ppob gak bisa lha fungsi ppob apa? apa harus bayar ke kantor pln itu hukuman pln ke pelanggan,,,katanya tunggakan harus turun

Bagi pelanggan yg keberatan dg biaya admin 1600.... ya nggak usah bayar di PPOB, lansung bayar dikantor PLN aja....GITU AJA KOQ REPOT....

Ya...seharusnya PLN tidak membebani pelanggan dengan Rp. 1.600,-. Menurut saya, jasa pembayarannya khan bisa diambilkan dari fee...

hoa muanya..
eh klo dulu tanpa ada tambahan adm 1600 tapi timbul tambahan liar yang jumlah nominal tambahanya tidak terkontrol ( prakteknya si kolektor menambah nominal tanpa ada ba bi bu atau sak penake udele dewe ) lah sekarang menambah untuk admin memang sudah kearah tranparan dan pada tahu kegunaanya untuk meningkatkan layanan, trus tinggal pilih mana ??? hayo... apa mungkin massyarakat lebih anteng kalau dibohongi terus daripada di kasih tahu apa adanya ya?

eit masih ada yang kurang
mengenai UU perlindungan konsumen khususnya mengenai kesepakatan antara produsen (contoh PLN)dgn konsumen (contoh pengguna produknya PLN)! saya kira kan sudah jelas !! alias PLN jual dan Konsumen bayar. sedangkan PPOB adalah salah satu cara pembayaran, jadi konsumen bebas mau membayar lewat kantor PLN atau PPOB ( kalau keberatan kena adm 1600 ya bayar dikantor PLN aja !! / yang penting tukang PLNnya mensosialikan mengenai ini biar konsumen ngerti hak haknya, jangan sampai terjadi pengertian yang salah (apalagi masyarakat awam) contoh : dulu ngertinya masyarakat awam bayar listrik harus lewat KUD, padahal kan tidak ! saran saya selaku wong ndeso mohon jangan terjadi lagi! konsumen harus mendapatkan informasi yang sejelas jelasnya . ini tantangan buat tukang PLN bukanya begitu bos nya listrik? kantor PLN kan masih menerima pembayaran toh walaupun ada PPOB ?Bls

Sebenarnya tambahan biaya Rp 1.600,00 ini menurut masyarakat umum juga terlalu mengagetkan karena "tidak ada sosialisasi" sebelumnya. Kenaikan fantastis dari Rp 300,00 menjadi Rp 1.600,00. Keluhan ini ditanggapi secara beragam oleh pelanggan dan umumnya hanya secara lisan dan tidak secara tertulis. Keluhan secara lisan selalu diucapkan antar pelanggan listrik PLN setelah membayar rekening listrik. Saya pernah bilang ke sesama pelanggan di sekitar, bila tidak puas usul atau tulis saja sarannya. Tetapi bilangnya "percuma" paling tidak ditanggapi. Saya mendukung jika biaya PPOB ini ditinjau kembali dan waktunya tidak terlalu lama.

PPOB.. emang bagus banget nurut saya. tapi.. saya cuman pesen untuk kebersamaan kedepan bair gk ada cas cis cus lagi saling menyalakan... biar adilnya gimana klo biaya 1600 di tanggung bareng (PLN+BANK+PELANGGAN) setuju dak..!! bagi para agen PPOB ada kesepakatan yg jelas masalah fee yg diperoleh dri bank biar dk rugi tuk biaya pemeliharaan dll. biar saling menguntungkan gitu loh.masyarakat sudah menderita jangan di tambahi lagi penderitaan mereka.HIDUP PLN,HIDUP BANK,HIDUP PELANGGAN, HIDUUUPP PPOB yg rukun yaa..

1600 perak cuma sebulan sekali ,,kayanya gk mahal deh

coba kita itung 1600 / 30

cuma ngeluarin duit 53,3 perak sehari

kalo 1600/hari baru saya protes..

cuman saya kok masih menyesalkan jaringan PPOB masih belum stabil..

klo gak maw kena biaya adm,,ya byr di loket PLN.

dijamin free biaya adm..




bayar 1600 keberatan?ooo pelit amat yaa.kalau kita bicara pakai hp,terkadang ngrumpi lama sekali bermenit-menit tidak masalah, cobalah kita perhitungkan.jangan selalu menyalahkan kebijakan pln doong.masak kita semuanya minta gratisan.marilah kita berfikir yang wajar aja, jangan selalu mencari kekurangan orang lain,dan hidup konaah.semoga Allah SWT meridoi kita semua.

jujur saja , , sbenarnya admin 1600 tidak ada masalah sama sekali , tapi saya sebagai downline bank yang sudah membuka loket pembayaran PPOB sedikit kecewa , , dari mulai jaringan yang sering trouble , lalu pembatalan atau data yang sering tidak klop dengan pLn contohnya seorang pelanggan sudah membayar tapi sampai tanggal akhir batas pembayaran ternyata data masih belum terbayar atau BELUM LUNAS , hal itu sangat tidak menguntunkan bagi kami yang sering di caci pellanggan karena dia merasa sudah bayar tapi data tidak masuk ke PLN

mohon hal seperti seperti ini segera di tanggapi dengan serius ,

Sebenarnya PPOB dengan tambahan admin Bank 1600 sudah murah, INDOVISION saja admin bank nya 5000 itupun ngak ada yang protes ....!!!!!

Mestinya PLN mencontoh TELKOM yang tidak menambahkan biaya sepeserpun terhadap pelanggan untuk sistem pembayaran ONLINE.
Kalau dilihat pelanggan PLN lebih banyak dari TELKOM, berarti keuntungan PLN kan lebih banyak. Kenapa hanya sebuah bentuk pelayanan kepada pelanggannya koq masih dibebani biaya.
INIKAH SEBUAH PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

pak pln apa betul kalau bayar di kantor pln PPob/admin 1600 tidak dibebankan? lalu gimana klu ke kantor pln kata petugas kwitansi rekeningnya di bank?di daerah saya terjadi 2x penambahan (1.admin PPOB 2.biaya yang antar kedesa2)klu dulunya cuma yang antar kedesa2 1500.

saya rasa angka 1600 masih relevan dengan kemudahan yang qta dapat. Berpikirlah positif menghadapi suatu perubahan, PPOB diciptakan untuk meningkatkan pelayanan pln kepada masyarakat. Sukses u/ PPOB

ternyata lebih mudah berarti lebih mahal. Sudah menjadi lebih mahal masih diikuti dengan pelayanan yang makin turun kualitasnya. Dulu bayar di KUD tidak ada tambahan administrasi, sekarang ada tambahan. Dulu rumah di pelosok sidoarjo bisa bayar di rungkut surabaya, sekarang rumah di sidoarjo bayar di waru sidoarjo pun tidak bisa. Begini kok katanya mempermudah????? Mempermahal IYA!!!

Jendral Petuk

PPOB saya tdk ada Komentar.....
Tapi saya adalah Pegawai Outsourcing PLN.....yang sebentar lagi akan berakhir masa kontraknya,alias di PHK.
Padahal udah bertahun-tahun mengabdi&Penuh Loyalitas pada Persero......"Semoga Allah SWT selalu memberikan Jalan Terbaik utk kami"
Trimakasih PLN.

tambahan komentar buat bp. ibu ichinaki..!!
mohon maaf ya pak/bu saya rasa bukan maslah 1600/30, 53,3 perak/hari nya. ayolah kita pikir bener2 coba rasakan saudara2 dibawah kita yg tk punya penghasilan tetap kaya kita.makan aja mereka cukupan kdang ngutang.. bayar listrik pun klo gk ada ngutang dulu biar gk terlambat iya klo telpon mereka anggap gk terlalu penting klo listrik da jadi kbuthn pokok mereka biar gmnapn mereka mau gk mau tetep mau.jgn samakan sama kita 1600 gk ada artinya.coba kita kaji lebih dalam satu sisi coba kita jadi mereka apa yg kita rasakan meski perubahan memerlukan biaya plus kita tetep perhatikan ekonomi saudara2 kita yg dibawah.makanya saya punya saran di rubik ini apabsa admin PPOB di tanggung bersama(PLN-BANK-AGEN-PLANGN.tinggal kalkulasinya aja gmna yg atur yg penting adil dk ada yg di rugikan dk ada yg di persalahkan.saya setuju banget sama PPOB. bravoo.. PLN

Bos PLN, walah cuman Rp.1600 diributkan, gpplah mumpung PLN lagi monopoli. Tapi inget pelayanan harus ditingkatkan, jangan PSB susah, giliran sudah dipasang sering mati. Capek deh

ardhy@johnsas
Sebaiknya jika beban biaya bank sesuai dg pelayanan dr PLN,saya kira masyarakat tidak akan complain...Dan lagi dg biaya itu,masyarakat tdk perlu menuju ke loket,dimana letaknya pasti sangat jauh....Jadi tingkatkanlah pelayanan PLN.....

saya keberatan adNYA PPOB.. karena s.a.y.a blum jadi agen PPOB.coba kalau saya udah jadi aGen PPOB wa...aaH stuju banget kalau gitu loo..o..!!! ayo sapa yang punya saran buat saya. Hidup..... PPOB

PPOB Its OK!!!!!....karena saya bisa bayar lebih dekat 'n tidak perlu antri2 lagi........Rp 1600 utk Admin bank..g masalah.......yang penting g perlu antri2 lama2

gara gara PPOB, kami karyawan PT. Mega indah (karyawan cater) terancam di PHK, karena setiap karyawan diwajibkan membawa minimal 350 pelanggan untuk membayar di loket PPOB PT. Mega indah, padahal kontrak kerja kami hanya sebagai petugas baca meter PLN dan TUSBUNG ! mengapa ini bisa terjadi !?

Oalah pak gitu aja pake diributin segala . uang 1600 paling juga cuma dapet es cendooool. yaaa kalo jumlahnya xxxx terus yg tadinya kebagihan sekarang jadi nyengir. protes aja ....terusssssss

PPOB, ok bangeet.Soalnya tanpa antri aku dah bisa bayar listrik, dekat rumah dan banyak pilihan.Bayar + 1600 gak masalah,uang itu u beli bakso gak cukup, ya udahlah.PPOB jalan terruus yaaa?.

tanpa memungut pelanggan, sebenarnya PLN bisa bayar pihak penyelenggara PPOB, bukankah dana PLN dari pelanggan yg sdh masuk bank ada bunganya? Ayoo coba sama sama kita hitung ..... gitu aja kok repot ....

wiro sableng
owalah...... gitu aja dibikin ribut, tapi ya iya dong namanya juga jaman transparansi seharusnya lebih transparan, kalo mau dicap propesional (kuatrok) yo harus propesional. definisi propesional adalah : 1. sebelum launching yo disosialisasi dulu sampe semua mudeng (paham) 2. zero gangguan ( bapak2 yang diatas hallooo..... ????) 3. sdm juga harus ditingkatin dooong ( hellooooo.....??? ) 4. ada perusahaan listrik lain sebagai pembanding (koyo to PG,pabrik kertas, pabrik kayu, pabrik batubara, dst) kan mereka sebenere bisa buat pembangkit sendiri tapi lak terbentur peraturan hehehehehehe (jadi penyok dong). jadi bapak2 yang terhormat direksi pln, pertambangan dan energi, dpr sebagai wakil rakyat sudah saatnya negara kita maju, mosok begini terus, ojo seneng korupsi lo ya eling nek wis ditidurkan dengan kepala disebelah utara trus ditimbun tanah (hiiiiii takuuuutttt). inga' inga' thinx.!!!

apakah PLN jg menerima pembyaran seperti PPOB yg ada? katanya PLN hanya menerima pembayaran yg terlambat???

apakah pln jg menerima pembayaran Rek ato khusus pembayaran yg terlambat?krn disini Petugas PLN jg menarik kwitansi Rek untuk dibayarkan ke PLN klo sperti itu percuma ada PPOB yg ada krn itu akan membunuh PPOB yg ada

maaf ikut komentar. nampaknya yg komentar diatas tidak mengerti persoalan. sesungguhnya persoalan ppop itu adalah :
1. Biaya penagihan listrik sudah diperhitungan dalam tarif listrik yang ditetapkan oleh Presiden dan sudah dihitung dalam perhitungan subsidi listrik yang dibebankan ke APBN.
2. Kalau Biaya penagihan listrik itu dipungut lagi dari rakyat / konsumen listrik (dengan sebutan PPOB) maka berarti rakyat dikenakan biaya 2 kali, yaitu dibayar melalui APBN dan melalui PPOB itu.
3. Jadi jelas PPOB itu adalah pungutan liar (tapi sayangnya rakyat tidak paham dan PLN diam).

tk.

Dengan adanya PPOB berarti PLN memanfaatkan jasa keuangan lewat bank,artinya PLN tidak mampu mengendalikan keuangannya,soalnya banyak terjadi penyimpangan keuangan di internal PLN..lha mbok ya mbenerin sdm2 yang suka nyimpang itu dulu malah lebih efektif, ketimbang membuat kebijaksanaan yg ujung2nya merugikan konsumen..secara ga langsung membantu negara meminimalkan kejahatan korupsi..(peace man)

Badrussalam
sesuatu yang baru maka akan timbul masalah tapi jika kita bisa menyelesaikan masalah tersebut maka kemajuan akan terwujud.
intinya saya setuju dengan adanya PPOB

weala.. pak...pak.. saya ini anak orang gk punya, daerah asal saya rata2 kelas bawah rata2 penghasilnya dk menentu jadi buruh tani harian mereka bisa nya galih lobang tutup lobang untuk masalah menghidupi anak2 dan keluarganya. saya sangat prihatin sekali. jangankan bayar listrik makan aja sehari 1 kali da bersukur.tapi selama ini yg saya liat 60% masih banyak taat bayar listrik itupun dengan galih lobang tutup lobang tadi.dengan adanya admin PPOB ini saya dk bisa bayangkan gimana.??wahai pemerintah bangsaku negaraku tanah airku dan tuhanku... tengoklah rakyatmu, hambahmu yg serba kekurangan ini jangan kalian tambahi penderitaan mereka lagi. kuatkanlah mereka tuk cobaan ini.

saya berterima kasih adanya Program PPOB, karena a..qu tidak bersusah payah ngantri ber jam2,abis cepek deh ngantri. PPOB yes dan oke stu...j banget yes

Jaman semakin maju, masa mau bayar scr konvensional terus,1600 itukan mngkn untk biaya penyediaan jaringan canggih dan lokasi yg nyaman.Tp klo olh kolektor udh di lunasi, yaaa mana bisa bayar di PPOB, pelanggan jadi bolak balik deh..piye PLN..??, maunya PLN komit lah...bravo PLN.. jalan terussss

wong ndeso
apa ndak baiknya tdk dipukul rata antara yang bayar via online dg yg tidak

1600 bisa murah bisa mahal, kalau kita nitip bayar ketetangga ya amat murah, kalau bisa bikin rekening sendiri ya mahal, he he he

syukurilah hidup ini,gunakan listrik secara lebih hemat dan secukupnya.memang kenikmatan itu perlu biaya,perlu pengorbanan;yang penting hemat listrik insyaalloh hemat biaya.semoga rakyat indonesia semuanya bisa menikmati listrik pln secara merata.amiiin.

saya adl salah satu pemilik loket PPOB BNI di Banyuwangi. saya membuka loket di pedesaan yg jarak dg KUD terdekat skitar 5km. pertama respone masyarakat memang masih ragu & sedikit keberatan dg biaya admin sebesar 1600, tp anehnya org tsb bln berikutnya balik bayar di loket saya. & sudah 3 bln dia bayar di loket saya. & juga byk tetangga2 & masyarakat yg membayar di loket saya. hal ini menunjukkan bahwa PPOB cukup berjalan dg baik, meski plg dikenakan biaya 1600 tp mereka akhirnya jg mengerti, krn ada satu pemikiran yg mrk pahami & mereka rasakan yaitu dari pada jauh-jauh, kan enak yg dekat, toh ongkos PP dr dusun Tapak Lembu ke Sempu jauh lebih besar drpd biaya adm bank, belum lagi kalau hujan.

m. fuad hasyim
sya minta dikirim form untuk menjadi downline pembayaran online PLN

ditempat-ku juga begitu bu endang,semula mereka enggan,mungkin karena hal baru;tetapi masyarakat kita sekarang sudah cukup cerdas kok,jadi bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak.yang jelek itu kadang-kadang ada orang yang bisanya cuma mencari kesalahan orang lain/ngaco boso jowone.padahal dibenaknya juga tahu kalau ppob kedepan itu bagus buat kita semua/bangsa Indonesia tercinta.jayalah pln,sejahteralah bangsaku,ppob jalan terusss.tetanggaku juga pada senang kok dengan adanya ppob ini.

kadarjatun
ppob memang enak kok, sekarang aku tinggal jalan kaki saja sudah bisa bayar listrik.kalau dulu kan aku harus naik ojek, yang tentunya sangat mahal.saya berharap program ini jalan terus.tambahan 1600 ya jadi lebih murah daripada aku naik ojek.terima kasih pln.

herry ahmadi
buat aku tambahan bayar listrik 1.600 rp ya gak terlalu mahal, yang penting listriknya jangan sering padam yaa, atau kalau memang padam ya jangan lama-lama.dan lagi kalau bapak pln baca meter itu yang teliti ya.ppob memang pass dihati.

pecinta ppob
Jangan salah persepsi, pln tidak memungut biaya sebesar rp 1.600,-, biaya itu adalah merupakan beban untuk investasi dan pemeliharaan perlengkapan ppob itu sendiri,jadi yang konsekwensi dari adanya program baru itu.mari kita nikmati listriknya, kita bayar biaya kenikmatannya.oke.selamat buat ppob.

PPOB yes!!! apa artinya Rp.1600 bila pelanggan lebih bisa mendapatkan kemudahan daripada bayar ke makelar KUD yang terkadang mengeluarkan kwitansi ganda itu malah merugikan masyarakat boss!!! "Bravo PPOB"

Sy yg buka PPOB di rumah buat kerjaan istri..emg 1600 ga seberapa. mbok yao yg 1600 itu khusus buat agen aja, krn saat ini yang diterima cuma 1000/lembar+potong pajak. Ada yang mau buka dirumah ga?

PLN harus konskuen donk!loket yang dikantor PLN sendiri kalo gak pake biaya admin 1600 harus ditutup!!

hellooow...
ASAL TAU AJA Y...
BIAYA ADMIN 1600 ITU BUKAN TERMASUK PEMASUKAN PLN..BUKAN PEMASUKAN PLN..ITU MURNI BIAYA DMIN DARI BANK...
PLN HANYA MEMBUAT SISTEMNYA YANG LEBIH MEMUDAHKAN PELANGGAN BUAT BAYAR..G USAH ANTRI BERLAMA-LAMA KARENA LOKETNYA CUMA DIKIT..SEKARANG KAN BISA BAYAR DIMANA-MANA..ASAL G NUNGGAK..
JANGAN

1600??? sebenarnya kita bisa memilih kok.dengan mengantri di kantor pembayaran PLN kita biasanya antri terlalu lama dan butuh uang dan waktu extra lebih banyak dari pada kita bayar di loket loket PPOB yang tersebar dimana mana.jika anda tidak setuju dengan angka 1600 silahkan melakukan pembayaran ke loket/kantor pembayaran PLN terdekat (tidak melayani Online). nah... kalo mau lebih cepet n pelayanan Online silahkan ke loket pembayaran PPOB terdekat...gitu aja kok repott...
hadapi semua dengan cinta...

OJT AREMA
Memang sistem PPOB mengharuskan pelanggan membayar biaya tambahan sebesar Rp 1600, Sekarang Qta lihat dari sisi kelangsungan BUMN yang Qta buthkan ini karena memproduksi listrik yang merupakan kebutuhan pokok hidup Qta..
Sekarang PLN butuh biaya besar untuk membangun pembangkit2 baru yang ditujukan juga untuk pelanggan2nya agar pelayanan listrik menjadi lebih baik nah dari manakah biaya2 itu sedangkan PLN selama ini dalam penjualan energi listriknya dibawah harga produksi...yang seharusnya 1300 dijual 700 per kwh dari situ aja sudah kelihatan ruginya..Misalkan PLN jadi Pailit yang dialami juga seperti PT PAL, siapakah yang akan memproduksi kemudian mendistribusikan listrik pastilah pihak asing yang akan menguasainya dan pasti akan diikuti dengan kenaikan tarif dasarnya pula,hal itu akan menjadi musibah yang besar karena pemerintah tidak dapat lagi mengontrol tarif dasarnya...

OJT AREMA
lanjutannya comment saya:
Apalah arti uang seharga Es Campur dibandingkan dengan kelangsungan BUMN Qta..1600 itu pun bukan untuk kas PLN..disamping itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan,,
Jangan cuma bisa berkoar-koar untuk kemajuan negeri !!
Apa kata Dunia ???

OJT AREMANITA
sip.. setuju coy.. apalah arti 1600 kalo qt bisa nikmatin listrik buat nonton sinetron, reality show, tukul arwana,, yang ngrsain mudahnya jg balik ke qita kan... PPOB....why not!!!!

Betara Narodo
Coocook kau anak muda, kau sudah bisa berfikir realistis, jadi tidak berkoar-koar aja kaya.emang kita ini harus belajar hidup mandiri,mau berkurban untuk kelangsungan hidup bangsa dan anak cucu.Listrik ini harus kita hemat,kita bayar,digunakan secara legal,tidak nunggak,jangan mikirin uang senilai 2 btng rokok,kita hembus-2 2 jam dah musnah.Hidup anak muda,jadilah karyawan yang pro rakyat, jangan pro napsu aja yaa.kelak dipertanggungjawabkan dihadapkan Allah SWT lhoo.Siip.amin.

Trimo Rifin
"BAYAR LISTRIK DARI MANAPUN"
slogan itu skrg udah gak main, buktinya saya bayar di loket terdekat (PLN pusat Malang Kota) dgn tempat kerja saya tdk bs dilayani, alasannya tdk online, malah di suruh ke loket Blimbing(Wendit). itu kan kemunduran pelayanan dan tdk profesional namanya, GAK MAIN PUOOOLL!.

Bathara Wisnhu
Sisihkan uang 1.600 rp dalam sebulan untuk biaya kemudahan bayar listrik yang telah kita nikmati selama sebulan berlalu.Ya barang kali dengan mengurangi biaya konsumtip kita untuk merokok dalam 1 bulan itu,toh tidak akan terasa.Daripada kita harus bolak -balik cari loket pln seperti bapak -ibu yang suka barang GAK MAIN.Wong listrik sudah dinikmati,tinggal cetek ANAK KITA BISA BELAJAR, klik TV Menyala, mau nonton keadaan dunia mudah sekali dgn adanya layanan pln,maka kalau masih nyambat ya emang kebangeten kok.Selamat buat PPOB, emang wajar.

Mantan ojt mlg
Udah lah di terima az kan namanya az perubahan. harus mo berkorban demi kemajuan. masak bayar listrik harus jauh2.Oke

Bethara Guru
Selamat buat bapak pln dan para bapak Bank penyelenggara maupun Kantor Pos Indonesia yang telah menjalan PPOB.Semoga hal ini bisa memudahkan para pelanggan untuk membayar listrik.Buat para pelanggan yang budiman,"Kita pelanggan ini kan selama 1 (satu) bulan sudah ngutang ke pln, makanya wajib membayar pada bulan berikutnya, kalau ada biaya tambahan untuk kemudahan ya kita iklaskan ajalah, gak usah diundat-undat".Okee.Wong hidup ini kan hanya maksimal 100 tahun.Semoga rakyat Indonesia sejahtera.Amin.

triman sentosa
Selamat boeat warga Jawa Timur, khususnya yang ada di P Garam,dengan dibukanya JEMBATAN SURAMADU, semoga Jawa Timur tambah oke pembangunannya,rakyat sejahtera,alam nya tidak dirusak,binatang dan tumbuhan tidak punah,menjadi propinsi yang BAIDATUN GHOFURRURROHIIM.Amin.Kalau aku sih selalu triman,Trimo opo anane setelah berusaha keras,do'a yaa pasrah.Bayar PPOB 1.600 okelah,wong ini ya demi kelangsungan pln,pln kan juga milik rakyat.

tadi saya mendatangi bank BRI bojonegoro untuk minta informasi buka PPOB, tp ktanya nda bisa, lalu gimana caranya buka PPOB, tks
atas informasinya.

Mohon aku di kirimi cara membuka PPOB via email saja, dan dgn bank mana yang bisa di hubungi, krn td aku mencoba ke BRI Bojonegoro tdk bisa, tks.

Ketentuan pendirian loket-loket PPOB terkadang masih membingungkan! Terkadang walaupun saling berdekatan tetep aja bisa mendirikan loket-loket PPOB. Makanya apa memang ga ada aturan yang menyangkut syarat jarak untuk mendirikan loket PPOB antara loket yang satu dengan yang lainnya? Trims

sebaiknya tempat bayar listrik online di batasi,agar para agen listik bisa dpt melayani byk pelanggan.tapi saya ketahui dimana2 ada tempat bayar listrik online jadi para agen hanya dpt pelanggan terbatas.

agus wahyudi
1600 kemahalen bossss,kita rakyat banyak yang miskinnn uang segiyu sangat berharga coba anda kalikan setahun.....klo bisa 500 aja, he..he..

kapten kampret
PLN PANCEN KAMPRET MASAK RUMAH SAYA KARANGPLOSO SURUH MBAYAR DI SINGOSARI SEDANGKAN SAYA KERJA MEPET SAMA PLN PUSAT..PLN TAMBAH KUUUNNOOOO+++++++++++

Udah kasih aja, asal bisa baik pelayanannya dan tidak sering-sering Offline

Aduh ....salut deh buat P L N .....
P P O B ?????? OK OK aja ya...
Dengan adanya PPOB ...Kita dapat income.........................

SALUT P L N .......

moh. nurfandy (UD.DHILA) MADURA
saya sangat setuju dengan adanya sistem PPOB PLN, dengan adanya PPOB khususnya untuk perorangan lebih memudahkan masyarakat, karena selama ini jika bayar tagihan PLN ongkos perjalanannya hampir Rp.10 ribu padahal tagihan listrik saya hanya Rp. 23-25 ribu perbulannya(maklum tinggal dipelosok) belum berapa waktu luang yang dibutuhkan jangankan kena biaya 1.600,- meski 2.000,-saya mau, maju terus PLN tingkatkan layanan PPOBnya jangan dihentikan.

PPOB 1.600,- pln kebangeten, golek menang dewe, ndak mau nagih tapi mau tagihan lunas tanpa mau nilai berkurang u/ jasa bank. semua dibebankan planggan.. PLN tidak lagi mementingkan rakyat, tapi keuntungan semata.

Mudjianto

PPOB Wualah Kebangeten tenan PLN dg cara yang lama sudah bagus kok ya diganti pakai sistem downline biaya beban pelanggan mbok ya kerja sama langsung dg bank seperti tagihan telpon dan Handphone jadi tranfer ndak ada biaya

Sekedar info kpd Saudara2ku Pelanggan PLN....1. Dg PPOB kita malah diuntungkan oleh PLN, 2.Semua transaksi Online, pasti kena bea Admin, cuma ada yg di tampilkan & tdk(Telkom,Indovs,bank dll) 3.Kita pelanggan, memakai listrik dulu, baru bayar(Pengutang)..menurut Kitab UU Hk Perdata, yg punya piutang (PLN) berhak menentukan cara pembayaran & pengutang menanggung biayanya
...Semoga Sdr2ku bisa memahami dulu, sblm berkomentar..mhn maaf. tks.

KALAU Rp. 1.600,- itu keciillll ya kenapa harus dibebankan ke pelanggan??????.utk meningkatkan pelaynanan /kualitas kan harusnya anggaran perusahaan (PLN ),bukan membebankannya pelanggan.Mentang2 monopol.PLN hrs effisien, tekan KORUPSINYA.Krn monopoli terus seenaknya. Kalau ada yg swasta pasti tarip bersaing spt telepon.Dulu hanya Telkom stelah banyak swasta banting harga semua, pelanggan yg senang. PPOB ,Oke bagus pelanggan senang, tapi jangan dibebankan kepelanggan.Meingkatkan pelayanan kok pelanggan yg bayar...lucu...ngawurrrrr....PLN yg hrs keluarkan biaya utk loket2 PPOB.Pangkas yuh korupsinya

BATHARA GURU
Bagus kalau ada orang berfikir seperti asman diatas ttg berantas KORUPSI,tp bpk ya jangan sekedar omong krn gak kebagian aja;tp ya harus DIAMALKAN dlm kehidupan yang fana ini.Bgmna hubungan kita dgn Tuhan YME Allah SWT,thd alam lingkungan,thp manusia,hewan dan tumbuhan,tidak merokok(boleh tp hrs ditelan semua asap-2nya tidak kececeran diudara segar),TIDAK CURI listrik,BAYAR PAJAK, tidak buang bangkai tikus di jalan.Oke,memang KORUPSI hrs diberantas,biar Indonesia Raya,adil makmur,sejahtera segera tercapai.Selamat pada pln,SEMOGA JAYA,jalankan PPOB dgn benar,layani masyarakat dgn hati nurani,dan jangan dikorupsi.

gembong sejati
Emangnya siapa sih yang suka korupsi,yg suka hanya setan dan goronduwo.Jadi benar bp asman,korupsi hrs diberantas, makanya ayo didukung KPK, dan pilih presiden yang pro rakyat.Kalau bayar listrik lebih enak dgn PPOB,ya wajar to kalau ada tambahan biaya.Emang JER BASUKI MOWO BEA.

PPOB YES,KLO FEE NYA DI TAMBAH(TERUTAMA BAGI PELAKSANA)

Lha mbok ya yang protes itu, (siapa namanya....?) ditanya lagi. yang ngadu ama dia itu siapa... dia mewakili siapa... lha wong selama ini masyarakat fine2 aja. Dari pada mbayar di PLN, ongkos abensin/angkuta pp dah berapa...

kanjeng_doso
semua perubahan pasti ada aturannya, pln sekarang masih merugi jangan mementingkan uang Rp.1600,- pikirkan kalo Pln PAILIT dan gulung tikar uang itu bkn untuk Pln tapi untuk Operasional PPOB, Ppob membutuhkan koneksi internet, telp, service komputer dan peralatan, sewa tempat, dll semuanya hanya untuk kemudahan masyarakat setempat jadi kalo emang merasa keberatan dengan adanya PPOB bayar langsung ke loket pln tidak usah diributkan dengan adanya pungutan tambahan. pleace jangan diributkan lagi trims

PPOB . bikin persaingan antar loket jadi tidak sehat..

Tolong dikajinkmbl badan PLN, Kok sampek PAILIT kemana uang ratusan juta yang tiap bulan masuk,jangan lgs bikin PPOB dng tmbh 1600 ,Sangat memberatkan

Gitu aja pake diributin segala . uang 1600 paling juga cuma dapet es cendooool
PPOB, ok bangeet.Soalnya tanpa antri aku dah bisa bayar listrik, dekat rumah dan banyak pilihan.Bayar + 1600 gak masalah,dari pada bayar di KUD sudah dipotong 1600 masih harus bayar 1000,- alasannya iuran sosial 500 dan administrasi 500,kalau lebih dari tgl 20 didenda 3000 .Kalau di PPOB hanya 1600, tidak ngantri tidak didenda.

Ny.Endang Suryanti
Terima kasih pln,setelah adanya PPOB saya bisa lebih enak membayar tagihan rekening listrik.Kenapa saya katakan tagihan,krn saya kan telah satu bulan ngutang pln (dilayani dulu, satu bulan baru bayar) enak kan?,ada tambahan dikit tapi kan saya ndak susah-2 naik motor segala,wong tetangga yang buka PPOB.Selamat buat yang kelola PPOB,semoga makin lama makin enak layanannya.

kalau menurut qta PPOB itu sangat menguntungkan pelanggan, Yang belum untung ya yang Antri pelayanan Pasang Baru Listrik, lamaaaaaa buanget

wah betul pak suhar,antri PB memang luuaama sekali .emangnya kenapa ya kok begitu.Kalaupun ada ya muaahal kali .mooga pln makin segera dibuka krannya.

seharusnya tambahan biayanya 1000 saja jangan lebih berat bos, nah kalau tambah via atm bank ada yang memungut 2000 sampai 3000 itu gimana

Meski dengan alasan untuk tingkatan pelayanan, seharusnya tidak boleh ada biaya yang dibebankan tanpa kesepakatan dengan pelanggan. Biaya itu harus ditanggung sendiri oleh PLN dan Bank, Koperasi, atau individu penerima setoran. Kalau PLN tetap ngotot, disomasi lewat KPPU atau DPR.

setuju sekali dengan adanya PPOB, selain dekat dengan rumah (bisa jalan kaki), transaksinya cepat dan bisa bayar meskipun malam, saya sebagai pekerja sangat diuntungkan sekali.
Rp.1600 cukup murah, dibandingkan bayar langsung ke PLN, habis BBM berapa liter kl tempat tinggalnya jauh, belum lg kena ongkos parkir, kalo antre itu sih sudah pasti....

PPOB? aku setuju banget...
bayarnya ga usah ngantri. deket lagi. Rp.1.600/kwitansi kan lebih murah dari pada kita mgantri ke liket PLN lebih jauh...ngabisin waktu...padahal kalo kita pake kerja bisa menghasilkan lebih dari Rp. 1.600

Pelanggan perlu diberikan alternatif cara bayar. PPOB salah satunya, namun setelah ada PPOB seharusnya cara bayar yang lama (di loket loket PLN yang tanpa tambahan biaya) tetap diadakan. Sehingga pelanggan bisa memilih cara bayar mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadi win win solution lah...

setuju banget ma PPOB yang masih merasa keberatan berarti orang yang paling pelit dan tak mikir panjang... bisanya cuma ngitung kerugian ga bisa ngitung keuntungan... tanya donk ma tetangga sebelah kiri kanan depan belakang silahkan survey lapangan.. pasti anda akan dikatakan pelit dan tak peduli dengan susahnya orang seperti saya yang mengantri dan mengeluarkan kos banyak... tapi sekarang gak lagi... thk PLN moga pelayanan lainnya juga bisa dimaksimalkan

SAYA ORANG KAMPUNG, MAU BAYAR LISTRIK JAUH KE KOTA, BLM ONGKOS OJEK, BLM NAEK ANGKOT, BLM KENA UJAN, WAKTU TERSITA, DENGAN PPOB SAYA SETUJU, MEMUDAHKAN DAN MERINGANKAN BEBAN MASYARAKAT. INSTAN GTU LHOOO

Tanti Sri Wahyuningsih
Aku sih sangat OK dgn adanya bayar di PPOB,meski ada tambahan 1.600 gak masalah daripada aku harus naik ojek ke PLN.Hidup emang pilihan kok,pingin cari MASALAH atau pingin entheng.Bayar segitu kok banyak yang masalahkan,emang mental kayaknya seneng USREQ.Horas PPOB yaa trms PLN.

PPOB?? singkatan Pln Paling Ok Boss, jadi kupikir dengan PPOB memudahkan pembayaran = mengurangi Tunggakan Pelanggan maybe hehehehe

Menurut gw,sebaiknya tambahan itu gak masalah tp perlu diingat,sebagian pemakai listrik gak cuma orang yang yang bisa bayar listrik tp da juga orang miskin yg prlu bantuan,kita sama mereka gak da beda,tetap manusia,dngn kt lain kita manusia punya hati nurani,yg harus pduli,.emang kita mw gak dipdulikan sama Sang Pencipta Alam ini,sprti udah banyak bencana alam..emang mw hidup berapa lama di dunia??..kita gak th besok masih bisa bernafas pa gak...jadi akan lebih baik lg klw biaya tambahan itu tidak da untuk klngn miskin,hrsnya diringankan bebannya(bayar listriknya).berwatak manusiawi itu lebih utama daripa watak binatang....

Kenaikan Rekening bukan karena biaya beban berarti harus ada perubahan dari segi layanan dan fasilitas, misalnya:ketika da listrik tiba2 padam,petugas PLN harus cepat2 mengatasi masalah trsbut.Tidak alasan jika harus ganti sebagian alat milik PLN yang rusak semisal gardu listrik yang rusak,harus secepatnya diselesaikan.jangan menunggu besok.ini demi pelanggan yg ud memenuhi bayaran rekening listrik yang ud dinaikkan trsbut. justru dengan demikian pelanggan akan dengan hati tidak akan melakukan pencurian listrik,fasilitas2 tetap terjaga..gitu..ini sekedar saran,kalau dilaksanakan monggo nggak dilaksanakan juga silahkan.

kalau masalah PPOB sebenarnya sih angkanya tidak terlalu memberatkan, dihitung2 cuman seharta 3 batang rokok. cuman sayangnya kenapa ya, waktu lewat kantor PLN, sekalian aja saya bayar, mumpung disana, ternyata ditolak karena wilayah rumah saya yg di karangploso malang tidak bisa membayar di kota. padahal saya sdg ada acara di depan kantor pusat. mohon perhatiannya, jadi PPOB jalan, namun kantor PLNnya ternyata justru tidak online. mestinya loket bisa sejalan, bukan berarti malah menurunkan layanan di kantor utamanya.bravo

Tujuan PPOB adalah mengurangi tunggakan.
kenapa PPOB ngga bisa bayar tunggakan pelanggan?????

PPOB emang udah sip,yang perlu lagi,petugas gangguan hrsnya selalu siap mengatasi gangguan,jangan kalau ada gangguan,teleponnya malah gak ada yang ngangkat.Jadi layanan tehnik nya harus Oke.Dgn demikian win-win solotion,oke selamat bekerja rekan pln dan selamat melayani dengan hati bukan hanya janji.Mga pln makin jaya dgn pelayanan PRIMA.tks.

PPOB? kenapa tidak dipermudah ya nominalnya menjadi Rp.1.500, saya sih tidak masalah selama masih dalam batas wajar.Saya malah bingung kenapa saya bayar di bank mandiri dikenakan biaya Rp.4.000,- ??

Buat yg pny nama KAU diatas. Maksudnya PPOB mengurangi tunggakan itu bukan terus pelanggan yang menunggak (lewat jatuh tempo pembayaran) membayar di PPOB. Tapi pelanggan yang malas antre di loket PLN supaya bayar di PPOB yg gak antre biar dia gak tunggak.. gitu lo... dengan begitu pelanggan yg biasanya tunggak bisa berkurang..

buat yg punya momo..

trima kasih atas jawabannya...
mau tanya lagi nih.. bisa ngga PPOB kira nantinya bisa melayani tunggakan biar mempermudah pelanggannya untuk membayar listrik??????

PPOB membuka lowongan kerja serat mengurangi pengangguran thu saya setuju sekali n benar banget.....Namun Pelatihan tuk pelayanan jasa tolong diterapkan dilapangan......KeUPDATE'an Program PLN vs PPOB sekiranya bisa sejalan n Selangkah lebih maju demi kepuasan para pengguna jasa...

Peluang membagikan informasi untuk para peminat membuka usaha akan pelayanan jasa PLN akan membayar Rek.Listrik atau PPOB....sedikit banyaknya saya bisa memberikan informasi pada anda yang berminat

Dengan Adanya PPOB justru ada beberapa keuntungan :
1. Bisnis baru bagi masyarakat, otomatis mengurangi pengangguran.
2. Di wilayah2 pedesaan yg notabene jauh banget dr tempat pembayaran listrik..yg kalo naik ojek sampe 10rb...dengan asumsi admin bank 1600...milih mana ?? justru masyarakat dengan adanya PPOB ini di untungkan.
3. Admin Bank 1600 lebih kecil di bandingkan tarikan kolektor liar kisaran 3000-5000...
4. Mendidik masyarakat biar gak gaptek lagi...petani2 yg dolo bisanya cuman nyangkul ma meres sapi...skrg udah bisa pegang keyboard ...keren tuh...
5. Ayo lembaga mana yg mau debat soal plus min soal ppob saya tunggu...

Mknya segera gabung di PPOB-BRI
Hotline : 77 com 031-77198777 or 081231198777 or fax 031-8417548
melayani pemasangan PPOB sejatim resmi dan paten.,

Lah... Rp.1600 aja diributkan. Pelit amat sih, nikmati aja selama mempermudah pelayanan. Mau ngantri ber jam-jam hanya tidak mau bayar selisih Rp.1600? Sonoh... Makan tuch antri biar kaki pegel.

ya wajar kali ditarik 1600 , yang nyatet meter dan nagih bukan pln, pln masih bayar orang lagi, karena emang jumlah yang banyak, jadi harus di borong..
Klo LKY berani jamin pelanggan bayar tanpa ada tunggakan, saya pasti akan jadi orang yang pertama mendukung PPOB dihapuskan.. gimana LKY,berani gak? makanya pelanggan tuh jangan minta enaknya aja, tapi kewajiban nya gak dibayar. Jadilah indonesia yang lebih bertanggung jawab..

Saya kira adanya PPOB ini akan menguntungkan smeua pihak, terutama memberi peluang usaha bagi masyarakat, kecuali bagi mereka yang mungkin sudah masuk sistem lama dan merasa pelanggannya banyak yang beralih kepelanggan lain sehingga mengurangi pendapatannya..jadi wajar aja menurut saya untuk pungutan Rp.1600,- untuk persaingan usaha yang sehat kawan! PLN Lanjutkan..!

Dengan adanya PPOB jelas sangat membantu warga yang dulunya bayar dg antri berjam2 sampai sehari di KUD,dapat terlayani dg semenit kalo di agen PPOB.Dan butuh waktu lama menyakinkan orang desa yang bertahun2 bayar di KUD mungkin masih ada kekawatiran kalo bayar selain KUD.Tapi lambat laun orang akan ngerti bahwa daripada bayar antri lebih baik bayar di Agen PPOB terdekat.Untuk biaya admin 1600 saya kira tak masalah asal diimbangi pelayananyg memuaskan,tapi apa yg terjadi id desa2 orang pada titip ke KUD malah dikasih REKENING KETERLAMBATAN BUKAN REKENING BULANAN itupun ditarik keterlambatan 3000 dan ongkos kirim 3000.Itulah kenapa saya kasihan dengan orang desa2 dibohongi oknum KUD yg sudah berjalan bertahun-tahun,mereka orang desa tak sadardengan itu.Mohon pihak PLN menindak oknum tersebut,saya pernah coba menghubungi PLN tapi katanya tak cek dulu dilapangan,okelah saya siap membantu dan punya bukti orang desa2.Semoga PLN tetap jaya dan meningkatkan pelayanan konsumen

Konsumen PLN
Saya kira dengan pembayaran 1600,tak jadi masalh asal dimbangi pelayanan yang cepat dan memuaskan.bagaimanapun dulu kita bayar di KUD dengan antri berjam2 sampai 2 hari itu yang sangat menyita waktu belum kita kerja masak ngurusi bayar listrik.Dengan adanya PPOB jelas sangat terbantu dong... bayar langsung dilayani.eruskan programmu PLN....kita akan mendukung sepenuhnya,pro kontra itu biasa paling ada pihak yg dirugikan dg adanya PPOB.BRAVO PLN...

dengan sistem PPOB pembayaran jadi lebih mudah bagi orang yang udah mengerti tp bagi yang belum ya tetap sama aja ada PPOB atau tidak tetap sama. kalau menurut pln dengan sistem PPOB bisa menurunkan tingkat pelangan yang telat bayar itu belum tentu kalau satu tahun dua tahun ini sebelum adanya kesadaran pelangan untuk bayar tidak telat karena masih banyak yang menganggap ah meninding di tunggu di rumah aja ada, soalnya ada petugas yang datangi kerumah-rumah bagi yang telat dan dendanya pun juga tak terlalu mahal.

Konsumen PLN
untuk pak Dayat,
kalo anda senang didatang dirumah,daripada bayar di KUD atau agen,anda bisa liat berapa perbandingane kok anda bisa mengatakan lebih murah?yang datang itu arangnya siapa?anda tau ketentuan bayar sekarang ada biaya admin 1600 itu anda tau kan?

Pak Dayat Yang budiman,cara berfikir mending,tunggu dirumah,itu cara kuno,listriknya sudah dinikmati,anak pengin belajar tinggal cetek,pingin lihat sinetron tinggal cetek, lhoo waktunya bayar KOOK TUNGGU ada orang datang, MESTINYA BEGITU BULAN waktunya bayar SEGERA LUNASI LISTRIK PLN, gituu loo.Selamat menikmati layanan PLN kita.

N. Wicaksono
Saya juga usaha PPOB, bnyak yg komentar setuju & senang dgn PPOB krn dekat & tanpa biaya parkir, tambahan 1600 wajar lah untuk biaya bank & agen. kalo g mau ya byar aja di kantor pln yg jauh & kena parkir 1000 belum lagi waktu yg tersita U/ antri atau resiko ada apa2 di jalan. Ingat Kantor pos juga ada charge 1600 untuk pembayaran PLN.Sama dgn kita khan. Maju terus untuk usaha PPOB. Peace & I Love U Full Indonesia.

mohammadmaksuk
gimana cara daftar kolektif dalam bayar tagihan listrik

PPOB Okey,tapi kalau PLN terus membiarkan pembukaan Loket2 PPOB baru niscaya nasibnya akan seperti WARTEL milik Telkom, mbokyo PLN memberi batasan agar tidak merugikan salah satu fihak, PPOB PLN diuntungkan tapi dgn menjamurnya Loket pasti loketnya yang buntung

komentar alfian berlebihan..antri wajar orang dah pake listriknya ya bayar lah..bisa saja nunggu lebih lama.gangguan lah..apa lah. gito.sama ja cing.

saya pemilik PPOB di sumenep dan surabaya, pada awalnya PPOB bisa melayani pembayaran tagihan pelanggan yang terlambat, namun masih dalam bulan berjalan contoh:
Gelombang I Tgl 05-14, namun masih bisa dilayani pada tanggal 20.
pada bulan Juli 2009 untuk PPOB saya yang disumenep, jika pembayaran dilakukan pada tanggal 15 untuk area UPJ Sumenep sudah nampak lunas, padahal si pelanggan masih belum bayar, sedangkan untuk area surabaya meskipun terlambat masih bisa dilayani dalam bulan berjalan tentunya ditambah denda keterlambatan 3.000 yang tercetak pada kwitansinya, gimana ini PLN kok aturannya ngak sama, apa ada permainan antar area UPJ? mohon penjelasan karena hal ini berdampak buruk terhadap citra PPOB sebagai mitra PLN, karena PPOB adalah bisnis jasa yang butuh kepercayaan dari pelanggan,

saya rasa ga ada yang dirugikan, sebab loket PLN sendiri gak tetap buka melayani masyarakat. qta sebagai pelanggan bisa memilih. mau bayar di PLN ato ke PPOB...., ga aga yang maksa, bravo PPOB

aku pemilik dan pengelola PPOB. aku sangat setuju dengan pendapat toeti. mestinya PLN membatasi menjamurnya loket-loket PPOB supaya pemilik PPOB nggak merugi

RUDI DAHANA MULYA
PPOB memberi pilihan bagi pembayaran tagihan listrik, tidak harus bayar di satu Loket tertentu. Listrik masih di subsidi Pemerintah, sdgkan Telepon tidak di subsidi Pemerintah.

YTH. PELANGGAN PLN YG MASIH SUKA BAYAR LISTRIK DGN CARA DITAGIH PETUGAS DIHIMBAU UTK BISA MEMBAYAR KE KTR PLN TERDEKAT ATAU KE LOKET-2 PPOB TERDEKAT AGAR UANG PEMBAYARAN ANDA DAPAT LANGSUNG MASUK KE REKENING-2 PLN DI BANK (maaf, menghindari kebocoran)

Ida mulyati
PPOB memang isa dirasakan baik dan buruknya,yang perlu di waspadai mungkin ada berita atau omongan dari pihak yg dulu dalam pembayaran rekening listrik sekarang merasa di rugikan terutama di pelosok desa,mungkin ada yg bilang kalau tdk mau bayar ke tempat biasanya kalau terjadi gangguan atau apapun masalah listrik tdk tanggung jawab,bisakah pln bisa antisipasi atau buat aturan yang baku spy tdk timbul hal seperti itu?baik itu rekanan atau dalam tubuh pln sendiri,semoga bisa dan harus bisa itu harapannya

setelah semuanya q baca ternyata masih banyak yang merespon positif dengan andanya PPOB..Bravo PPOB..coba bayangin kalo ga ada loket PPOb berapa kilo meter panjangnya antrian di PLN ato di KUD..n berapa lama kita harus antri yang nota bene di KUD pasti g ada fasilitas AC nya...pokoke PPOB tak gendong kemana-mana....

PPOB memang Oye dengan adanya PPOB rekening listrik bisa dibayar dimana mana. rumah saya didesa non jauh disana bisa dibayar dikota.

Biaya PPOB Rp. 1600, masalahnya ada pungutan Parkir Rp. 1000 untuk Motor Jadi total Rp. 2600. jadi tambah mahal.

yoyoktonis
ppob membuat pasar monopoli shg orang kaya makin kaya,klu pln tidak mau repot jangan nangani listrik tangan*i aja.....petromax ama korupsi di pln seperti tambah daya aja....sampai 1 juta.....

PLN saya kira blm siap untuk PPOB banyak pembayaran yg ada pembatalan sepihak dan dendanya ditanggung penyelenggara PPOB

Mengapa Rek Tunggakan Tidak bisa Dibayar di PPOB kan sama - sama loket jadi masih merugikan pelanggan karena harus di ping pong kesana kemari jadi usul untuk tunggakan bisa dibayar di loket PPOB trims.

edi martono
Setuju pendapat mbak Ika
Belum lagi adanya pendapat miring dari Oknum PLN tentang PPOB,masa Gara gara dinyatakan terlambat terus petugas Loket PLN "BERSABDA";MAKANYA JANGAN BAYAR DI PPOB, TAPI BAYAR DI KANTOR PLN.

sebenarnya tunggakan masih bisa d bayar d loket PPOB smp akhir bulan. kalopun p samsul gk bisa bayar tunggakan d PPOB, kemungkinan PPOB tsb gk menerima pembayaran tunggakan. mending cari ja loket yg mau ato laporkn aja loket tsb ke PLN ato Banknya. smoga bisa membantu.. thnks

setau saya PPOB bisa kok melayani tunggakan sampai akhir bulan. tp kl loket d sana gk bisa mending tanya aja ke Operator ato ke PLN aja, knapa gk bisa ato gk mau melayani rekening tunggakan??.. moga membantu..

edi martono
@obyt; justru pelanggan saya tanya ke PLN malah mendapat ucapan yang "BAGUS" seperti yang saya tulis di atas

sepertinya dengan adanya PPOB semakin susah bayar listrik, saya bayar listrik saya di gedangan tapi bayar di PLN Aloha tdk bisa katanya harus ke sidoarjo. PLN curang sengaja cari ceperan dari pelanggan meski hanya Rp 1600, tapi bagi rakyat kecil cukup banyak. PLN semakin KEDONYANNNNNN!!!!

master sam
Pembayaran On-Line seharusnya kan dimanapu tapi nyatanya saya bayar di PLn lain gak bisa, disuruh ke PPOB, ini berarti PLN sengaja mencari uang tambahan lagi dari pelanggan dengan membuka PPOB dimana2, ini nggak betul lhoo... yang betul tu... dimanapun kita bayar tetap gratis tu namanya On Line. adapun biaya ya maksimal 500 lah, untuk koneksi internet, gitu lhhooo...????

tukul arwana
PPOB adalah sebuah program tapi kenapa masyarakat yang kena imbasnya,harus bayar 1600 atau apalah?ok tujuan membuka lapangan pekerjaan,tapi bagaimana buat mereka yang gak mampu?jangankan buat bayar 1600,buat makan saja mereka kadang kesulitan.katanya adanya ppob lebih memudahkan masyarakat membayar,tapi kok kenapa harus membayar tunggakan dikantor PLN?katanya BUMN kok masih ada pungli entah itu resmi atau tidak,sebenarnya masyarakat dibodohi atau ini program untuk memperkaya diri sendiri atau instansi tertenu aja?mohon dikaji ulang,bagaimanapun rakyat yang dirugikan.kenapa tidak memikirkan rakyat kita,lihat mereka yang dikantor makan gaji buta dari keringat orang lain.sementara para petani tersengat panas matahari mengumpulkan uang itupun mereka masih dibodohi pihak2 tertentu,untuk pak presiden tolong ingat anda dipilih dari rakyat.terima kasih untuk perhatiannya

Balik Ke SOpp Lageee

emang yang jual setrum hanya pln sih, ga ada kompetitornya!!!

EDI MARTONO
@REK; KENAPA NGGAK SEKALIAN KEMBALI MENJADI ANEM.
@CHLEKID; TUH UNDANG2 KELISTRIKAN DISAH KAN BERANI TARUHAN DEH KALO PERUSAHAAN LISTRIK TERPECAH2 NGGAK BAKALAN TAMBAH MURAH, PALING2 KAYA TUH MINYAK TANAH,KARENA SETIAP DAERAH BISA MENETAPKAN HARGA ECERAN TERTINGGI MAKA HARGA BERLOMBA2 UNTUK MENJADI PALING TINGGI.

RACHMA ARIATI
KAMI PENGELOLAH PPOB RAAI 72246
JL CEMPAKA 10A PROBOLINGGO.
MENGUCAPKAN
SELAMAT MEMPERINGATI HARLISNAS YANG KE 64.SEMOGA PT PLN DIBERI KEJAYAAN WALAU UNDANG2 KELISTRIKAN DI BERLAKUKAN.SEKALI PLN TETAP PLN.

PPOB pancen OYE maju trus PPOB

fuji astuti
ppob okey....tapi kenapa di kantor pln sendiri g ppob ??? apa gak bikin resah masyarakat tuuuu...

Saya heran kepada pihak PLN,yang saya tanyakan kenapa akhir pembayaran tgl 25 pada hari minggu orang pada lupa liburan, seharusnya pihak PLN mengundur waktu tenggang otomatis tgl 26 pada hari senen,ITU BARU PLN PEDULI PADA KONSUMEN.
saya tau karena saya buka PPOB didaerah saya,ada orang bayar pada tgl 26 hari senen sudah kena denda rp 3000.
Tolong dengarkan rakyat bicara jangan hanya enaknya sendiri buat aturan sendiri,rubah itu...PLN...

SUDAH ADA PPOB TOLONG LOKET PLN JANGAN MELAYANI PENGEPUL!

bagi pelanggan 1.600 gak masalah, sama aja uang parkir, tapi bagi PPOB rasanya kurang fair karena jumlah tagihan variatif (pas kena 1 kwitansi = > 500 rb jadi deposit cepat habis) bagaimana kalau pln mau subsidi ke PPOB utk tagihan diatas 500 rb diberi fee tambahan. Dan pembagian fee ke PPOB per kwitansi yang semula Rp.765,- di genapkan Rp.1.000,- (untuk menunjang biaya operasional yang tinggi), tks

EDI MARTONO
HARI INI SENIN 2 NOP 2009 PPOB DI PROBOLINGGO YANG DI BAWAH PT KEKAL/BNI TIDAK BISA MELAYANI PEMBAYARAN,SETELAH KAMI KONFIRMASI KE PT KEKAL JAWABNYA DIKARENAKAN DATA YANG DARI PROBOLINGGO BELUM DI KIRIM.KOK BISA YA?PADAHAL DI LOKET PLN BISA MELAYANI.MOHON PERHATIAN DAN JAWABAN SEBAB TEMAN2 INGIN MASALAH INI DI KETAHUI MEDIA TAPI MASIH SAYA CEGAH.

SURYA NARADA
Nasib Oh Nasib!
Jadi tenaga outsorsing nggak jelas masa depan nya,Tes PLN nggak pernah Di Terima,Buka PPOB Bolak Balik E R O O R !
Malang Benar Nasib ku Ini!

EDI MARTONO
ALHAMDULILLAH HARI INI PPOB SUDAH BISA MELAYANI SEPERTI BIASA.
TRIMA KASIH SEMUANYA

DYON RAPHAEL
HIDUP PPOB KALAU KITA SEBAGAI MASYARAKAT AWAM BISA JD DOWN LINER DAN DIUNTUNGKAN GAK MASALAH KARENA NAMANYA REJEKI HARUS DIBAGI BAGI TAPI KALAU PLN KORUPSI DAN BIKIN ATURAN ATAU ADA OKNUM MACEM-MACEM KITA BANTAI AJA..........

yukk..yang mau buka PPOB...mumpung GRATIS..tis..tis..
kunjungi http://kask.us/2117778

kl bayar listrik di bank mandiri probolinggo melalaui ATM malah tambahan adminnya Rp. 2.500,-

Saya punya PPOB di dua tempat. yang satu pakai pos yang satu lagi pakai bank NISP. Yang pos sering ada gangguan setiap tanggal 10 dan 20 (pas hari jatuh tempo tagihan) kalo NISP tambah parah, malah Mesin EDCnya Error Tidak bisa dipakai. Jadi bagi yang berminat buka PPOB pikir seribu kali deh, cara sistem yang benar2 OK punya. Biar Untung yang kita dapat, bukan malah rugi.

bayar di teller mandiri sidoarjo biaya adminnya bisa sampai rp. 4.000,-, kenapa kok biaya yang ditarik ke pelanggan tidak sama.

kalau saya beberapa bulan yang lalu setelah PPOB diterapkan saya sempat tanya pada ptg KUD kok ada + 1600 sbg adm bank sedangkan KUD sendiri ada Adm 1500 sehingga tambahan biaya bagi kami ada..3100 rasanya ini cukup memberatkan.. mengingat kami termasuk golongan orang 2 miskin

Dengan adanya PPOB sangat senang sebab memudahkan masyarakat dalam membayar Rekening, tapi saya kesal dengan Ulah KUD SEMANDING TUBAN, yang sudah mencetak rekening duluan, sehingga saya harus ke KUD dengan jarak 4 KM padahal di Desa saya sudah ada PPOB, tolong ada kebijakan agar masyarakat datang ke tempat pembayaran yang disukai masyarakat, selain itu masyarakat yang mendirikan online dengan modal kecil juga bisa berjalan dengan bagus.

setuju dengan pendapat diatas...apagunaya di didirikan PPOB kalo rekening listrik masih dimonopoli KUD, masyarakat kalo mau bayar listrik kan jadi gag bisa bebas kemana yang dia suka....

PPOB sejati
UNTUK MAS FARIS DAN MAS TEMON,KALAU ADA KUD YANG MELAKUKAN CARA SEPERTI ITU MENDING GAK USAH DI BAYAR,TOH DI SERVER PLN REKENING SUDAH LUNAS,KALAU KITA NGGAK MAU BAYAR MEREKA NGGAK BISA BERBUAT APA2,KARENA PEMUTUSAN HAK DARI PLN.

buat alfian klau komentar hati2,bila gak benar itu berarti fitnah

PPOB benar2 sangat menunjang keberhasilan PLN yang jangka ke depanya untuk menurunkan tunggakan, lebih bgaus lagi kalo sekalian tunggakan berjalan dan 2 bulan juga ditangani oleh PPOB. biaya Rp. 1.600 sudah dibilang sangat cukup menguntungkan untuk semua pihak yang menyangkut PPOB, baik pelanggan, vendor, swicther, Bank, maupun PLN. Cuman yang perlu diperhatikan yakni ketepatan realtime dalam komunikasi data terutama dari pihak PLN. Trims

ya kalau bayar di selain bank yang ikut PPOB ya biaya adminnya tetap sepeti sepelumnya. lha qo di bank mandiri lha sama2 di bank Bukopinnya aja lho juga tidak sama, kalau bayar di PPOBnya yang iuktu bank bukopin itu adminnya 1600 tp kalau bayar di teler bank masih 1500.
emang benar kata alfian fee yang di terima untuk pembayaran listrik tetap sama walau plg yang bayar itu kena banyak.

kalau masalah tgl jatuh tempo yang tidak di undurkan dan itu udah berlaku udah hampir tiga tahun yang lalu, dan di haruskan semua loket pembayaran reking listrik harus tetap buka kalau jatuh tempo pembayaran itu jatuh pada hari libur dan itu sudah berlaku sejak 3 tahun yang lalu

Arie Handi
seharusnya tetap ada pilihan bagi pelanggan untuk membayar secara konvensional di kantor PLN, ini merupakan kewajiban PLN sebagai produsen.

FUJI ASTUTI
MARI KITA DUKUNG APA YANG TERBAIK BAGI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT....TAPI KENAPA SEMAKIN BANYAK LOKET PPOB KOK TUNGGAKAN SEMAKIN MENINGKAT ???????

Semoga pelayanan PLN makiiiiin bagus soalnya kita kan sudah jadi pelanggan setia berpuluh-puluh tahun nih

semakin banyaknya PPOB jelas membantu masyarakat, tapi bagi pengelola bisa mengurangi pendapatan, jadi perlu dibuat aturan radius km untuk didirikan sebuah PPOB karena selama ini masing-2 bank buat aturan radius sendiri sehingga kemungkinan PPOB berdekatan pasti terjadi dan image di masyarakat juga tidak bagus, MOHON DITERTIBKAN RADIUSNYA OLEH PLN

Saya setuju jika PPOB ini tetap berjalan, omong2 saya bisa daftar di mana ya?

iya nih PPOB bisa membantu kita, mesti ada aturan jelas dan semoga dengan Direktur Baru PLN lebih maju

mohon informasi Rp 1600, fee yang buka PPOB berapa ?

@abdul adhim : daftar di kita aja bisa ...
mahmud : utk loket dapat 900 bersih per transaksi udah free kertas dan maintenance selamanya...
Bisa melayani PLN + Telkom + Pulsa + Finance
77com
Perum Deltasari indah D-322
ph/fax : 031 853 5777
mobile : 081231198777
Melayani pemasangan PPOB resmi Sejawa-bali

saya sangat terkejut sekali dengan kebijakan PT. PLN Pewrsero yang selalu menekan pada pelanggannya antara lain:
1. Kenaikan tarif biaya keterlambatan yang naik sebesar 66%
2. waktu pembayaran yang terus di perpendek tidak mengenal hari minggu maupun libur. yang mana sebelumnya apabila tgl 20 jatuh pada hari sabtu atau minggu maka jatuh tempo menjadi hari selasa, tetapi sekarang tidak ada.


@ridwan : ada e-mail dan web resmi g???
kayaknya minat neeh.
E-mail : forsix_centre@yahoo.co.id
web : www.forsixcentre.com
telp : 03171368456

Dengan adanya kebijakan ini saya juga ngalap berkah. siapa mau buka loket pembayaran online terlengkap di www.e-pembayaran.com layanan paling komplit jadi untung bis amaksimal

BENARKAH ppob PLN DARI POS FEENYA BISA DIRUBAH?

penambahan 1.600 tidak memberatkan dan itu wajar2 saja. baik orang desa maupun kota untuk saat ini pasti bilang 1.600 itu sedikit, orang guoblokkk aja yang bilang 1.600 itu banyak

demi ppob pancat teruz

Anda ingin mendirikan loket pembayaran Listrik & Telepon, Speedy, PDAM Angsuran motor : FIF, BAF, WOM FINANCE di KEDIRI, TULUNGAGUNG, BLITAR, MADIUN, NGANJUK, JOMBANG, MOJOKERTO Hub. kami sekarang juga,
kami siap membantu mewujudkan usaha anda dirumah.. syarat mudah, proses cepat
Persyaratan :
1. Mempunyai Komputer atau Laptop
2. Mempunyai modem HSDPA, SMART atau koneksi internet lainnya
3. Mempunyai Printer Dot Matrik Epson LX800 atau LX300
4. Deposit untuk transaksi minimal Rp.500.000,-
5. Mendaftar ke kami atau mengisi formulir
Untuk Installasi aplikasi kami tidak memungut biaya alias Gratis, kertas struk berlogo Bank gratis, kami kirim sesuai dengan kebutuhan transaksi anda.
Buruan Hubungi kami segera Hartono di : 081.359.20.20.20 & 0856 5577 1155
Email : infoppob@yahoo.co.id atau kunjungi : http://infoppob.blogspot.com

maunya sih pengen buka loket ppob tsb, jd bingung sekarang. kalo memang ppob banyak yang diuntungkan sah2 ajakan, bisa jadi alternatif menda[atkan penghasilan tambahan?!

Agen PPOB BRI Syariah
http://www.ciptausahamakmur.co.cc
Setor Deposit via BRI ada dimana saja...


yang pasti PPOB mendekatkan dan memudahkan pelanggan, saya buka PPOB sampai malam, coz saya yg punya loket jadi ga bayar pegawai lagi jadi, tolong deh PPOB jangan dihapus, 1600 jml yg wajar dan relatif murah, drpd byr di ATM ada tambahan 3000 - 5000 , silakan cek di bank2 terkemuka so peace aja lah...

Seharusnya pungutan tidak ada pungutan 1600, contohnya pertamina. Harga jual premium kan 4500/liter. nah pengelola spbu dlm hal ini pihak swasta harga belinya katakanlah 4250/liter. Jadi dapat untung 250/liter

gitu koq di permasalahkan...sbenernya klau mau kerjasama silakan..sama kita...PPOB BNI


kalau mau buka PPOB BNI silakan hub.kami PT.KEK wilayah malang..
dengan fee di atas rata2 (1100/pelanggan.

contact peson :
0341-2954177 / 085648083830

Informasi dan Pendaftaran PPOB Bukopin silakan kunjungi http://karya-mandiri.co.id

Terima kasih

tinggalkankomentar anda

Very happy Smile Sad Surprised Shocked Confused Cool Laughing Mad Razz Embarrased Crying or very sad Winking
Exclamation Question Idea